Saat
mencoba seperkian detik renungkan batinku
Mensubtitusikan
jiwaku dengan segala karunia-Mu
Menyaksikan
betapa panjang x lebarnya dunia-Mu
Bersyukur,
takjub nan bangganya aku menjadi bagian dari itu
Engkau
satu-satunya sang pencipta
Pemilik
bola dunia yang fana
Beribu
karunia Engkau berikan cuma-cuma
Hanya
untuk hamba-hambaMu ini yang hina
Engkau
juga, yang mengkomposisikan semesta ini dengan begitu sistematis
Seelok
himpunan pasir di Pantai Parang Tritis
Rabb-Mu
yang kental akan sudut-sudut mistis
Membuat
diagonal pemikiranku sedikit kritis
Determinan
hatiku sesekali bertanya ?
Mengguncang
logika ku yang serat akan hipotesa
Dan
Engkau menjawab dengan siratan invers makna
Yang
dapat diketahui dengan adjoin kalam saja
Dari
situ engkau mengeliminasi setiap keraguan
Yang
menggelora disetiap garis pemikiran
Berderet-deret
cobaan yang engkau timpakan
Sebenarnya
untuk menguji geometri keimanan dan keteguhan hati
Aku
ucapkan kata syukur sekali lagi
Dapat
diciptakan dalam bentuk bangun ruang ini
Yang
memiliki grafik kesempurnaan jasmani dan rohani
Melebihi
variable hayati maupun hewani
Tuhan
Tanpa
ragu kugambarkan perasaanku
Lewat
garis lengkung 35° dari bibir manisku
Hanya untuk mengagumi segala bundaran karunia-Mu






0 komentar:
Posting Komentar