Rabu, 17 April 2024

AKtivitas 5 modul 2 Keterkaitan Materi antara Nilai dan Peran Guru Abad 21 serta kaitannya dengan modul 1 Filosofi Pendidikan Indonesia.

Peran Guru Abad 21 sangat berkaitan erat dengan filosofi pendidikan Indonesia. Di tengah perkembangan globalisasi dan revolusi industri 4.0, guru tidak lagi hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga menjadi fasilitator pembelajaran, mentor, dan penggerak perubahan dalam pendidikan.

Filosofi pendidikan Indonesia menekankan pada pembentukan karakter, kepribadian, dan keterampilan peserta didik, bukan hanya pencapaian akademis semata. Guru Abad 21 diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai filosofi pendidikan Indonesia ini dalam setiap aspek pembelajaran mereka.

Sebagai contoh, dalam Filosofi Pendidikan Pancasila, pendidikan diarahkan untuk membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak mulia, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Guru Abad 21 harus menjadi teladan dalam mewujudkan tujuan-tujuan ini melalui pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan karakter dan keterampilan, bukan hanya penguasaan materi.

Selain itu, filosofi pendidikan Indonesia juga menekankan pada nilai-nilai kearifan lokal dan budaya bangsa. Guru Abad 21 diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam pembelajaran mereka, sehingga peserta didik dapat mengembangkan identitas nasional dan rasa cinta terhadap budaya Indonesia.

Dengan demikian, peran Guru Abad 21 sangat penting dalam menjembatani antara filosofi pendidikan Indonesia dengan tuntutan zaman yang terus berkembang, sehingga pendidikan dapat menjadi sarana untuk menciptakan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Posted on by Achmad Nur Fauzi | No comments

Selasa, 26 Maret 2024

JURNAL REFLEKSI




FAKTA
 
Pada awal bulan ini, Saya mengajar Mata pelajaran Matematika Peminatan di kelas XII MIA 1. Diikuti oleh 20 siswa. Saya memberikan pemahaman terkait materi Distribusi peluang Binomial dengan meriview kembali materi peluang yang telah mereka pelajari di Matematika Wajib dan waktu di kelas 9 SMP, Kemudian untuk mengasah pemahaman mereka saya membagi dengan kelompok homogen, dan menggunakan model Pembelajaran TSTS (Two Stay Two Tray)serta menggunakan media seperti dadu untuk menentukan soal sebagai misi yang akan dikerjakan oleh siswa yang mengunjungi kelompok lain, hal ini siswa mendapatkan pemahaman baru antar kelompok setelah siswa mengunjungi beberapa kelompok, selain itu juga siswa sangat lebih besemangat dalam belajar. 


FEELING 
Perasaan saya setelah melakukan perubahaan, saya merasa senang, semangat dan antusias dalam mengajar setelah melihat siswa saya semangat dan aktif dalam proses pembelajaran, siswa lebih percaya diri untuk turut aktif dan tertib dalam pembelajaran. 


 
FINDING 
Pembelajaran yang saya dapatkan bahwa setiap siswa memiliki kemampuan yang unik dan gaya belajar yang berbeda, tentu dengan menggunakan beberapa model dan dibantu oleh media pembelajaran siswa lebih terbantu dalam memahami materi dan lebih semangat dan antusias dalam proses pembelajaran 

FUTURE 
1. Melakukan perencanaan pembelajaran yang baik dengan kontekstual dan berdiferensiasi. 
2. Mempersiapkan media yang lebih menarik dan kodisional 
3. Lebih banyak mengeksplore pembelajaran dengan kemampuan siswa
Posted on by Achmad Nur Fauzi | No comments

Minggu, 17 Januari 2021

Pengertian Polinomial (Suku Banyak)

Polinomial atau biasa disebut dengan suku banyak adalah suatau bentuk aljabar yang terdiri atas beberapa suku dan memiliki variabel berpangkat bilangan bulat positif. Pangkat tertinggi dari variabel dalam polinomial dinamakan derajat polinomial tersebut.

Secara umum bentuk dari polinomial adalah






Posted on by Achmad Nur Fauzi | No comments

INIKAH INDONESIA ? ATAU INILAH INDONESIA

Indonesia adalah satu
Kita dilahirkan untuk bersatu
Berbangsa, berbahasa, dan bertumpah darah satu
Kita adalah negara yang kaya segalanya
Meski masing-masing dari kita dikaruniai sigma harta yang tak sama
Tapi kita terhimpun dibawah sucinya pancasila
Kita berjalan diatas kurva kehidupan yang berbeda
Dengan barisan dan deret sakralnya tradisi dan budaya
Seakan tak bisa dihitung jumlahnya
Kalaupun kau coba, pasti tak semudah menghitung barisan aritmatika
Meski begitu, kita tetaplah bhineka tunggal ika

Tetapi ironis, miris, dan mengenaskan
Kata-kata itu seakan pantas kita ungkapkan
Jika menengok ke sisi kiri garis bilangan indonesia
Yang kenyataannya adalah negara yang menjadi surganya gembong narkoba
Pelaku kriminalitas takterhingga
Aparat negara seakan membasmi dan mengeliminasi dalang-dalang mereka
Tapi ternyata cuma menjadi pemeras mengatasnamakan tugas

Hukum seakan hanya sekumpulan data yang dapat diperjual-belikan dibawah balok-balok meja pengadilan
Suap sudah menjadi hal yang lumrah demi kemenangan ketokan palu
Mereka lakukan tanpa rasa malu
Pejabat-pejabat korupsi selalu mengisi baris dan kolom matriks kabinet negeri
Rakyat dan pejabat tinggi negeri seakan tak punya relasi
Hanya menghasilkan kontradiksi
Rakyat hanya dianggap sebagai himpunan kosong takberarti
Bagi mereka negara hanya alas persegi dibawah monopoli
Hukum bisa dibeli, pendidikan dan moral tak terurus lagi, korupsi seakan jadi prestasi

Soal rakyat mereka tak perduli lagi
Pancasila ternodai begitu mudahnya
Atas nama bhineka tunggal ika
Inikah Indonesia ? atau inilah Indonesia

Posted on by Achmad Nur Fauzi | No comments

Duka Ibu Pertiwi

Lihatlah pertiwi sekarang..
Nampak stasioner dengan tuan berdasi
Tuan pemimpin dengan sejuta janji busuk
Yang katanya akan mengubah sinus menjadi cosecan
Yang mengubah negatif menjadi positif
Janji busuk !

Lihat pertiwi ini
Amburadul !
Rumit bak logaritama
Akibat deret janji tuan dasi
Janji-janji imajiner

Lihatlah kini pertiwi ini..
Amburadul !
Bahan pokok melambung tinggi
Harga cabai mengeriting
Rupiah melemah
Presentase masalah datang bertubi-tubi
Bak lingkaran, tak pernah ada ujungnya

Kami ini rakyat !
Tak butuh metode eliminasi
Engkau labuhi kami dengan premis premis yang semu
Jelas benar sulit dipahami
Sadarlah kau wahai pejabat
Yang dikepalamu diduduki mahkota berpangkat

Engkau perlu sadar!
Hidup ini tak hanya sekedar laba dan kali lipat
Jangan berpura lupa hasil bagi dan ambil rugi

Sedang kau lucu menjawab
Menuntut kami rakyat kecil membangun balok-balok kerja keras
Agar grafik hidup mengintegral

Lihat itulah pemimpin pesilat lidah
Kenyataan mean usaha memang kunci masalah
Tapi kau telah lupa
Kini duduk di tahta atas suara rakyat

Posted on by Achmad Nur Fauzi | No comments

Bulat Maafku

Jika aku pernah merasa kemampuanku bagai deret tak terhingga
Mungkin hatiku sedang bengkak oleh dimensi tiga arogasinku

Jika aku pernah merasa seperti integral air laut,
Mungkin itu deferensial putihnya nanah
Dari luka hati yang terkena lancipnya kerucut jiwaku.

Jika aku perna merasa wangi
Yang menyebar melewati garis kosinus
Mungkin itu asap dari deret geometri amal sholihku
Yang hangus dibakar cos 90° riya’ cahaya

Jika aku pernah merasa tinggi
Dipuncak kurva maksimum,
Mungkin batinku sedang melayang tampa pijakan absis pada kartesius
Dipuncak sumbu y yang kehilangan
Pijakan koordinat cartesius.

Sahabatku…

Hanya lingkaran maaf yang tulus dari tali busur hatimu
Yang mampu mengeliminasi dosa-dosaku

Posted on by Achmad Nur Fauzi | No comments

Cintamu Berpangkat Namun Tetap Untukku

 Cintamu…

Itulah yang selalu ku rasakan
Seperti halnya elemen-elemen yang membentuk sebuah matriks
Ketulusanmu mengingatkanku pada angka nol
Dimana ketika cintamu dibagi, maka tak kan terhingga
Cinta dan kasihmu layaknya rumus phytagoras
Manjadikan satu kesatuan yang utuh suatu segitiga


Cintamu begitu sempurna
Bagai bola pada ruang dimeni tiga
Dan tiada sudut yang bisa menghalanginya


Seribu kali aku berfikir dengan logika
Bahkan dengan rumus matematika
Sangatlah sulit bagiku untuk menghitung besarnya cintamu
Akankah aku bisa sepertimu ???


Entah, bagaimana aku bisa membalas cintamu
Sulit bagiku untuk melakukan itu
Sesulit ku memahami hubungan sin dan cos
Yang saling melengkapi
Mungkin dunia akan menertawakanku
Tapi apakah aku harus diam ???
Tentu tidak,
Meski cintaku untukmu bak sebuah garis asimtot
Yang terhalang oleh jarak dan waktu
Namun cintaku tetap berada di titik puncak parabola


Syukur, itu yang selalu ada dibenakku
Karena sesulit apapun hidupku
Akan terasa mudah menjalaninya
Jika engkau selalu bersamaku
Sungguh tak kan ku sesali memilikimu
Aku tanpamu bagaikan kalkulus tanpa integral

Posted on by Achmad Nur Fauzi | No comments